Banten Hindu – Sarana Persembahan umat Hindu

Banten Hindu – Banten adalah sarana persembahan umat Hindu kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa dan manifestasinya sebagai wujud rasa syukur dan terima kasih atas segala anugerah yang telah beliau berikan. Bagi umat Hindu sarana Banten sangat penting dalam sebuah upacara keagamaan dah seakan berlomba-lomba memberikan sarana Banten yang cantik, indah, dan lengkap untuk menunjukan rasa syukurnya kepada  Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Banten ada yang sederhana seperti canang ataupun yang lengkap seperti banten pejati  Mengaturkan Banten merupakan salah satu cara melaksanakan ajaran Bhakti Marga yang diajarkan dalam Bhagavad Gita.

Banten Hindu

Banten Hindu

Disebutkan dalam Bhuwana Tattwa bahwa Rsi Markandeya mengajarkan cara membuat alat-alat upacara yang menggunakan daun, bunga, buah, air, dan api sebagai bahan utamanya dan perpaduan ini diberi nama ‘Bali’. Tata cara seperti ini pun dilanjutkan oleh para mpu dan rsi selanjutnya dalam rangka pengembangan Agama hindu di Bali. Dalam perjalannya sebutan ‘Bali’ berubah menjadi ‘Banten’ yang berasal dari kata ‘wanten’ atau ‘wantu’ atau ‘bantu’ namun kurang diketahui bagaimana peruabahan penyebutan itu terjadi.

Dalam sebuah sloka di Bhagavad Gita disebutkan bahwa Ida Sang Hyang Widhi Wasa menerima siapapun yang sujud kepada Beliau dengan mempersembahkan setangkai daun, sekuntuk bunga, sebiji buah-buahan, atau seteguk air, akan Beliau terima bakti persembahan tersebut yang dilandasi dengan hati yang suci. Dari sloka ini menegaskan bahwa Ida Sang Hyang Widhi Wasa menerima persembahan oleh umatnya bahkan dari bahan yang sangat sederhana dimana hanya diperlukan hati yang suci.

Dalam Lontar Yadnya Prakṛti disebutkan bahwa banten merupakan tiga simbol ritual yang sakral yang melambangkan diri kita sendiri, Ida Sang Hyang Widhi Wasa, dan alam semesta. Pembuatan banten tidak boleh sembarangan dimana biasanya banten-banten tersebut dibuat ditempat khusus agar pembuat banten tidak terganggu yang biasanya disebut ‘pesucian’. Ada juga beberapa banten yang hanya boleh dibuat oleh orang yang sudah di dwijati yaitu Banten Pangenteg Bumi. Pembuatan banten juga dilaksanakan sesuai dengan hari baik atau dewasa yang dihitung dengan teliti oleh para Sulinggih. Kemudian banten di doakan agar tidak dipegang orang yang sedang cuntaka atau dilangkahi binatang.

Banten pada umumnya dikelompokkan menjadi tiga jenis sesuai dengan besar dan banyaknya banten yaitu:

  • Alit
  • Madya
  • Ageng

Namun yang membuat Ida Sang Hyang Widhi Wasa menerima banten dari umat adalah dilihat dari ketulusan dan kesucian hatinya bukan dari besar tidaknya banten yang diberikan kepada beliau.

No Response

Leave a reply "Banten Hindu – Sarana Persembahan umat Hindu"