Hari Raya Kuningan

Hari Raya Kuningan adalah hari raya Agama Hindu yang dirayakan 10 (sepuluh) hari sesudah Hari Raya Galungan yaitu pada hari Saniscara Kliwon Kuningan. Pada hari ini Umat Hindu menghaturkan Yadnya di tempat-tempat suci untuk memohon lindungan dan sinar suci kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa agar kita semua diberikan kesejahteraan, kebahagiaaan lahir dan batin, dan terhindar dari segala malapetaka atau bencana alam.

Hari Raya Kuningan

Hari Raya Kuningan

Hari Raya Kuningan datangnya setiap 6 bulan atau 210 hari sekali. Pada hari ini Ida Sang Hyang Widhi Wasa dan para pendampingnya turun ke dunia untuk memberikan anugerah kepada umatnya. Persembahyangan pun sebaiknya dilaksanakan dan diselesaikan sebelum para Dewa kembali ke sorga yaitu pada waktu tengah hari. Karena itu, umat Hindu menyambutnya dengan menghiasi rumah, palinggih, dan tempat-tempat suci lainnya. Umat Hindu biasanya menghias dengan atribut-atribut sebagai berikut:

  • Padma (tamiang) yang merupakan simbul Padmangelayang. Padmangelayang merupakan simbol perputaran alam semesta, seperti pergerakan bumi yang mengelilingi matahari. Alam semesta yang seperti itu merupakan istana Dewa Siwa sebagai manifestasi Ida Sang Hyang Widi Wasa.
  • Koleni yang merupakan sejenis tempat tidur, bentuknya seperti Candigan.
  • Siwan, masyarakat Bali menyebutnya Sawen merupakan gambar Dewa Siwa. Siwan ini merupakan perwujudan (pretima,) Dewa Siwa. Ketiga atribut ini melukiskan bila Siwa menjadi manifetasi Brahman (Ida Sang Hyang Widi Wasa).

Pada Hari Raya Kuningan, umat Hindu juga mempersembahkan beberapa babantenan, seperti suianggi dan tebog lengkap dengan nasi kuningnya. Sulanggi dan tebog juga digelar dengan berbentuk Padma, sthana Siwa. Nasi Kuning juga melambangkan kesucian yang merupakan sifat dari Dewa Siwa. Banten ini biasanya dipersembahkan pagi-pagi sekali atau mahurta yaitu pada saat alam masih dipengaruhi sifat-sifat satwani (kebaikan/dharma).

Setelah upacara ini, umat Hindu biasanya melaksanakan upacara ngutang endongan. Upacara ngutang endongan bermakna memberikan dana punia kepada pengiring Dewa Siwa sebagai manifestasi Brahman (Ida Sang Hyang Widi Wasa).  Jadi perayaan hari raya Kuningan merupakan hari pemujaan khusus kepada Dewa Siwa sebagai manifestasi Brahman (Ida Sang Hyang Widi Wasa).

 

No Response

Leave a reply "Hari Raya Kuningan"