Hari Raya Saraswati – Turunnya Ilmu Pengetahuan

Hari Raya Saraswati adalah salah satu hari raya umat Hindu untuk memperingati hari turunnya ilmu pengetahuan. Hari Raya Saraswati dirayakan oleh umat Hindu sebagai wujud terima kasih kepada Ida Sang Hyang Widi dengan manifestasinya sebagai Sang Hyang Aji Saraswati (Saraswatipuja) atas dianugerahkannya ilmu pengetahuan ke dunia sehingga manusia bisa menjalani kehidupannya dengan baik.

Hari Raya Saraswati

Hari Raya Saraswati

Hari Raya Saraswati dirayakan pada hari Saniscara (sabtu) Umanis pada wuku Watugunung yang jatuh setiap 6 bulan atau 210 hari sekali dimana hari suci ini dirayakan dalam waktu dua hari sarnpai pada Redite(minggu) Paing Sinta, yang disebut Banyupinaruh. Pada Hari Raya Saraswati ini, umat mempersembahkan banten nista, madya, dan utama sebagai berikut: bantennya terdiri dari suci, pras, daksina, penek ajuman, sasayut saraswati, banten saraswati, banten segara gunung, dan sodaan putih kuning dengan telur dan guling itik/bebek.

Sang Hyang Aji Saraswati adalah sakti dari Dewa Brahma Sang Pencipta, yang merupakan sumber dari segala sumber ilmu pengetahuan yang ada di dunia. Untuk memperingati Hari Raya Saraswati seluruh pustaka suci dan sumber pengetahuan seperti lontar-lontar, kitab suci, dan buku-buku pelajaran dikumpulkan pada satu tempat lalu dihaturkan banten sebagai wujud terima kasih.

Setelah selesai menghaturkan banten kehadapan Sang Hyang Widhi dalam manifestasinya sebagai Sang Hyang Aji Saraswati kemudian dilanjutkan pada malam hari dilaksanakan Sambang Samadhi yaitu terjaga semalam suntuk dengan membaca kitab-kitab suci dengan tujuan mendapatkan ilmu pengetahuan yang luas sehingga bisa digunakan umat untuk menjalani kehidupan dengan lebih baik. Pada esok harinya yaitu hari minggu dilaksanakan rangkaian upacara Banyu Pinaruh dengan tujuan untuk penyucian lahir batin sehingga ilmu pengetahuan yang suci bisa dipergunakan dengan bijaksana.

Saraswati berasal dari bahasa Saneskrta yaitu dan kata Saras dan Wati. Saras memiliki arti yaitu sesuatu yang mengalir, percakapan atau kata-kata, sedangkan Wati berarti yang memiliki. Jadi Saraswati memiliki arti sumber kata-kata, pelajaran, dan kebijaksanaan tanpa batas seperti yang tertulis pada sebuahlontar di Bali yang menyebutkan bahwa Dewi Saraswati dewi ning pangeweruh.

 

No Response

Leave a reply "Hari Raya Saraswati – Turunnya Ilmu Pengetahuan"