Piodalan – Pelaksanaan Dewa Yadnya Umat Hindu

Piodalan adalah sebuah upacara yang dilakukan oleh umat Hindu sebagai rasa bhakti yang tulus kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa dan manifestasinya melalui sarana tempat suci pada hari-hari yang telah ditetapkan. Dalam babad Bali piodalan juga sering disebut dengan Pujawali, Petoyan, dan Petirtayan. Piodalan berasal dari kata ‘wedal’ yang artinya keluar. Piodalan juga berarti proses melinggihkan atau mempersilahkan Ida Sang Hyang Widhi Wasa turun ke dunia dan memberikan tempat sementara selama jalannya upacara. Melaksanakan piodalan berarti melaksanakan Dewa Yadnya yaitu persembahan suci yang ditujukan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa beserta manifestasinya dengan tulus dan ikhlas.

Piodalan

Piodalan

Dalam melaksanaan piodalan pertama-tama diawali dengan melakukan penyucian pratima yang merupakan simbol dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa yang dipimpin oleh pemangku dengan melibatkan seluruh krama dalam proses pembersihan dan penyuciannya. Penyucian ini biasanya dilakukan di Pura Beji dan dipimpin oleh pemangku di Pura Beji tersebut. Piodalan disetiap pura berbeda satu sama lainnya namun waktunya tetap sesuai dengan penanggalan bulan purnama atau purnamaning sasih. Hari piodalan ada dua jenis yaitu:

  1. Dihitung dengan wuku. (Dua kali setahun)
  2. Dihitung dengan sasih. (Sekali setahun)

Berikut adalah hari-hari yang biasa digunakan sebagai hari odalan dalam pawukon yaitu:

  1. Anggara Kasih, wuku : Kulantir, Julungwangi, Medangsia, Tambir, Prangbakat, Dukut
  2. Buda Kliwon, wuku : Sinta, Gumbreg, Dungulan, Pahang, Matal, Ugu
  3. Buda Wage, wuku : Ukir, Warigadean, Langkir, Merakih, Menail, Klawu
  4. Saniscara Umanis, wuku : Tolu, Sungsang, Pujut, Medangkungan, Bala, Watugunung
  5. Saniscara Kliwon, wuku : Landep, Wariga, Kuningan, Krulut,Uye, Wayang = Tumpek

Berikut adalah hari-hari yang biasa digunakan sebagai hari odalan berdasarkan Sasih yaitu:

  1. Purnamaning Sasih Kapat
  2. Purnamaning Sasih Kelima
  3. Purnamaning Sasih Kedasa
  4. Purnamaning Sasih Karo dll

Tingkatan-tingkatan piodalan dibagi menjadi tiga yaitu :

  1. Piodalan Nista
  2. Piodalan Madya
  3. Piodalan Utama

Dalam melaksanakan piodalan yang merupakan penerapan pelaksanaan dari Dewa Yadnya pada dasarnya tidak diperlukan upacara yang mewah dan besar-besaran karena yang terpenting adalah niat dan ketulusan umat dalam melaksanakan sebuah yadnya.

 

No Response

Leave a reply "Piodalan – Pelaksanaan Dewa Yadnya Umat Hindu"