Pura Besakih – The Mother of Tample

Pura Besakih adalah sebuah pura terbesar di Bali yang merupakan ibu dari semua pura yang ada. Dalam sad kahyangan, Pura Besakih mewakili arah timur laut beserta arah tengah sebagai pusat dari sad kahyangan tersebut. Dalam Dewata Nawa Sanga, Pura Besakih merupakan tempat beristananya Dewa Shambu sebagai manifestasi Dewa Siwa sebagai sumber kebahagiaan dan tempat beristananya Dewa Siwa itu sendiri. Pura Besakih terletak di desa Besakih,Kecamatan Rendang,Kabupaten Karangasem. Merupakan salah satu objek wisata religi paling utama di Bali yang hampir setiap hari dipenuhi oleh para pemedek. Pura Besakih didirikan oleh Rsi Markandeya setelah beliau menerima wahyu dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa untuk mendirikan sebuah pura sebagai pusat kegiatan dari seluruh pura yang ada di Bali ini dan sebagai asal muasal Agama Hindu Bali. Piodalan di Pura Besakih dilaksanakan pada setiap hari Purnama Kedasa, Tawur Panca Wali Krama (sepuluh tahun sekali) dan Tawur Eka Dasa Rudra (seratus tahun saka sekali).

Pura Besakih

Pura Besakih

Akses menuju Pura Besakih sangat mudah dituju mengingat pura ini termasuk dalam salah satu objek wisata yang cukup popular bahkan di mancanegara. Letaknya di kaki Gunung Agung membuat pemandangan alam yang ada di pura ini sangat indah. Gunung Agung sendiri dipercaya sebagai tempat bersemayamnya Dewa Siwa sebagai Sang Hyang Tohlangkir. Sebelum melakukan persembahyangan ke Pura Besakih para pemedek biasanya melakukan persembahyangan terlebih dahulu di Pura Dalem Puri yang terletak sebelum memasuki Pura Besakih. Sebelum memasuki Pura Besakih terdapat beberapa pura lagi seperti Pura Rambut Sedana dan Pura Goa Raja yang keduanya terletak di sebelah timur sebelum Pura Besakih. Para pemedek diharapkan juga melaksanakan persembahyangan di kedua pura tersebut.

Pura Besakih memiliki satu pusat pura yang diberi nama Pura Penataran Agung Besakih dan dikelilingi oleh delapan belas Pura pendamping. Diantara ke delapan belas itu satu buah Pura Basukian dan tujuh belas Pura Padharman. Memasuki Pura Besakih para pemedek lalu menuju ke Pura Padharman masing-masing untuk memanjatkan doa dan bhakti kepada kawitan dan leluhur yang berada di Pura Padharman Besakih. Pura Padharman termasuk Pura Panyungsungan Khusus dimana hanya keluarga garis keturunan yang melakukan persembahyangan di pura tersebut. Setelah selesai melakukan persembahyangan di Pura Padharman kemudian para pemedek melanjutkan persembahyangan ke Pura Penataran Agung Besakih sebagai pura utama di area Pura Besakih ini.

Pura Penataran Agung Besakih adalah tempat Pesamuaning Batara Kabeh yaitu tempat berkumpulnya semua dewa yang ada di dunia. Pura Penataran Agung terdiri dan tujuh mandala sebagai lambang Sapta Loka atau tujuh lapisan alam. Pelinggih utama di Pura Penataran Agung Besakih adalah padma tiga dengan pengangge/pengider-ider berwarna hitam, merah, dan putih sebagai lambang trimurti. Ketiga pelinggih tersebut disebutkan tempat beristananya Siwa, Sadha Siwa, dan Parama Siwa.

No Response

Leave a reply "Pura Besakih – The Mother of Tample"