Pura Lempuyang Luhur – Tirta Suci dari Air Bambu

Pura Lempuyang Luhur atau Pura Lempuyang adalah pura yang merupakan salah satu dari Sad Kahyangan yang berada di arah Timur yang merupakan tempat beristananya Dewa Iswara sebagai Dewata Nawa Sanga. Pura ini terletak di Kabupaten Karangasem kecamatan Abang tepatnya pada puncak Bisbis desa Tista. Pura ini merupakan pura penyungsungan jagat yang berfungsi sebagai perlambang untuk menjaga keseimbangan alam semesta. Disebutkan bahwa Pura Lempuyang didirikan oleh Rsi Markandeya atau Bhatara Gnijaya yang membuat sebuah asrama yang dinamakan Pura Silawanayangsari yang sekarang menjadi Pura lempuyang Madya yang cirri khasnya memiliki corak berwarna putih. Pura Lempuyang Luhur melaksanakan piodalan setiap 210 hari sekali pada Wrespati Umanis Dungulan (Manis Galungan).

Pura Lempuyang

Pura Lempuyang

Pura Lempuyang berada di ketinggian sekitar 1.174 m dpl jadi bagi para pemedek diharapkan menyiapkan fisik dan stamina untuk melakukan pendakian menuju puncak pura. Waktu pendakian tidak menentu disesuaikan kemampuan para pemedek namun waktu rata-rata pendakian sekitar 2 jam dengan jalanan yang cukup terjal namun sudah sangat layak. Untuk prasarana seperti WC sudah ada di jalur pendakian jadi pemedek bisa merasa tenang dan tidak sembarangan buang air mengingat pemedek sudah memasuki kawasan yang suci.

Dari parkiran pura pemedek menuju ke Pura Telaga Mas terlebih dahulu untuk mengaturkan piuning dan memohon restu dan keselamatan agar dapat meneruskan perjalanan menuju ke Pura Lempuyang Luhur dengan selamat. Selanjutnya perjalanan dilanjutkan menuju ke Pura Lempuyang Madya dimana dalam perjalanan terdapat anak tangga yang memudahkan pemedek untuk melakukan pendakian dan pemedek diharapkan mengaturkan canang disetiap pelinggih yang dilewati selama melakukan pendakian.  Setelah sampai di Pura Lempuyang Madya para pemedek melakukan persembahyangan dan bisa beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan menuju ke Pura Lempuyang Luhur.

Perjalananan semakin sulit karena anak tangga hanya sampai di Pura Lempuyang Madya sehingga pemedek harus lebih hati-hati terutama ketika musim hujan. Selain jalanan yang terjal pemedek juga harus waspada terhadap kawanan monyet liar yang berada di perjalanan. Beberapa waktu lalu bahkan Pura Lempuyang Luhur sempat ditutup karena banyak pemedek yang diserang oleh kawanan monyet-monyet tersebut.Sesampainya di Pura Lempuyang Luhur lakukanlah pemujaan kepada Dewa Iswara sebagai penguasa arah timur dalam Dewata Nawa Sanga. Di areal pura terdapat kumpulan bambu yang dikeramatkan dimana tirta diambil dari dalam bambu tersebut.

No Response

Leave a reply "Pura Lempuyang Luhur – Tirta Suci dari Air Bambu"