Pura Tirta Empul

Pura Tirta Empul merupakan salah satu pura tempat penglukatan yang paling popular di Bali. Terletak di Tampaksiring kabupaten Gianyar yang berdekatan dengan Pura Gunung Kawi dan Pura Sebatu. Pura yang melaksanakan piodalan pada hari Purnama Kapat ini sangat ramai dikunjungi pada saat piodalan, purnama, dan tilem. Pura ini merupakan saksi keperkasaan Dewa Indra dalam mengalahkan Raja Bali yang sewenang-wenang pada saat itu yaitu Prabu Mayadenawa. Mayadenawa dengan liciknya meracuni pasukan Dewa Indra sehingga banyak pasukan beliau yang gugur dan sakit. Melihat hal itu Sang Raja Dewata segera menancapkan Vajra-nya sehingga munculah sebuah sumber mata air dari dalam tanah yang digunakan untuk menyembuhkan pasukan beliau. Karena mata airnya tidak pernah habis dan mengandung anugerah dewata maka Raja Warmadewa mendirikan sebuah pura yang diberi nama Pura Tirta Empul tepat ditempat sumber air tersebut.

Pura Tirta Empul

Pura Tirta Empul

Sebelum memasuki areal pura dan wantilan sebaiknya melakukan matur piuning ke pelinggih yang berada di luar area pura seperti di pohon beringin tepat sebelum masuk area wantilan pura dan pelinggih di area wantilan pura.  Di dalam Pura Tirta Empul terdapat dua puluh dua pancoran sebagai sumber penglukatan yaitu empat belas pancuran Tirta Pembersihan, dua Tirta Pelebur Kutukan dan Sumpah, serta tiga Tirta Penyakit Berat dan Upakara. Sebelum melaksanakan pengelukatan haturkanlah pejati di pelinggih sembari memanjatkan doa dan memohon kepada Ida yang melinggih ring pancoran tirta empul agar tujuan melukat tercapai. Banyak yang bertanya mulai dari arah manakah melukatnya? Dari berbagai sumber yang kami himpun menerangkan tata cara yang berbeda-beda namun diluar itu semua yang terpenting adalah ketulusan hati, kesucian diri, dan pikiran yang bersih adalah yang utama. Para pemedek bisa mulai melukat dari sebelah pojok kiri begitu masuk ke areal pengelukatan dimana disetiap pelinggih pancoran sebaiknya mengaturkan canang dan dupa.

Pertama-tama dimulai dari empat belas Tirta Pembersihan yang terdiri dari:

  • Tirta Bepergian
  • Tirta Penyakit Kulit
  • Tirta Ketenangan Jiwa
  • Tirta Rematik
  • Tirta Gigi
  • Tirta Sakit Tulang
  • Tirta Asmara
  • Tirta Ketenangan Emosi
  • Tirta Penyakit Saluran Nafas
  • Tirta Rambut
  • Tirta Pengentas I (untuk orang meninggal yang jasadnya masih ada)
  • Tirta Pengentas II (untuk orang meninggal yang jasadnya tidak ada)
  • Tirta Merta
  • Tirta Sudamala

Kemudian dilanjutkan ke tempat pengelukatan dua Tirta Pelebur Kutukan dan Sumpah yang terdiri dari:

  • Tirta Pelebur Kutukan
  • Tirta Pelebur Sumpah/Cor

Lalu ke tempat pengelukatan enam Tirta Penyakit Berat dan Tirta Upakara yang terdiri dari:

  • Tirtha Gering
  • Tirtha Leteh
  • Tirtha Penyakit Berat
  • Tirtha Pengulapan
  • Tirtha Pengenteg Beras
  • Tirtha Kesejahteraan Keluarga

Setelah selesai melakukan pengelukatan sebaiknya mengaturkan terima kasih sekali lagi ke pelinggih di dekat pancuran mengucapkan terima kasih. Setelah berganti pakaian maka persembahyangan dilanjutkan menuju ke Pura Tirta Empul nunas panugrahan kepada Dewa Indra. Disini juga terdapat lingga yoni sebagai tempat memuja Dewa Siwa. Dibelakang pura terdapat kolam yang berisi sumber mata air yang mengeluarkan gelembung udara dan jika beruntung akan melihat seekor ikan yang menyerupai belut dengan ukuran yang cukup besar.

Pura Tirta Empul memiliki halaman yang sangat luas karena merupakan salah satu objek wisata yang banyak dikunjungi oleh wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Jadi bagi yang ingin berwisata sekaligus melukat bersama keluarga maka Pura ini adalah tempat yang tepat.

No Response

Leave a reply "Pura Tirta Empul"