Pura Uluwatu – Bersemayamnya Sang Hyang Rudra

Pura Uluwatu adalah salah satu pura sad kahyangan yang mewakili arah barat daya tempat beristananya Dewa Rudra sebagai salah satu dari Dewata Nawa Sanga. Terletak di desa Pecatu, kecamatan Kuta, Kabupaten Badung. Pura ini merupakan salah satu pura dengan pemandangan alam yang sangat indah dan menjadi tempat wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Pura ini didirikan oleh Mpu Kuturan sekitar abad ke-11 yang disebutkan dalam Lontar Kusuma Dewa. Beliau sangat senang melaksanakan meditasi ditempat ini karena keindahan dan ketenangan alamnya yang luar biasa, tak heran sampai sekarang pun pesona Pura Uluwatu tidak pernah hilang. Piodalan di Pura Uluwatu dilaksanakan pada Anggara Kliwon (Anggarkasih) Madangsia setiap 210 hari sekali (6 bulan kalender Bali).

Pura Uluwatu yang sangat indah dikelilingi oleh tebing yang tinggi tentu menjadikan pura ini sebagai tempat wisata religi yang menarik. Bercampurnya para pemedek dan wisatawan menjadikan pura ini tidak pernah sepi. Akses lokasi yang mudah dan akomodasi yang sangat memadai memberikan kenyamanan para pemedek untuk melakukan persembahyangan di pura ini. Sebelum memasuki areal Pura Uluwatu terdapat beberapa pura dan pelinggih yang diharapkan para pemedek melakukan persembahyangan ataupun mengaturkan canang ke pelinggih sebagai permohonan ijin dan doa restu agar diberi keselamatan dan keberhasilan melaksanakan persembahyangan di Pura Uluwatu. Pemedek juga diharapkan menjaga barang bawaan dengan hati-hati karena banyak terdapat monyet liar di area ini.

Memasuki Pura Uluwatu kita bisa melihat pelinggih Dalem Bajurit (Dewa Rudra) yang terletak di jaba sisi yaitu Pura Pesanakan Uluwatu dimana disana terlihat tiga pelinggih yang mewakili trimurti. Kemudian memasuki jaba tengah terdapat sebuah sumur sebagai sumber tirta yang merupakan sumber air keramat yang tidak pernah kering. Tempat ini hanya bisa dikunjungi oleh pemedek dan dilarang untuk wisatawan. Sangat aneh dimana ada sumber air diatas tebing yang airnya tidak bisa habis jika bukan kehendak Ida Sang Hyang Widhi Wasa bukan? Menuju ke halaman utama disambut dengan sebuah tugu gapura berdesign jawa kuno yang unik yang disebut Candi Kurung Padu Raksa bersayap. Jarang ada pura yang menggunakan design candi seperti ini di Bali. Di jeroan Pura Uluwatu terdapat Meru Tumpang Tiga sebagai tempat pemujaan Dewa Rudra yang merupakan manifestasi Dewa Siwa dimana pada saat melaksanakan persembahyangan disini dilaksanakan dengan sungguh-sungguh dan hati yang suci.

No Response

Leave a reply "Pura Uluwatu – Bersemayamnya Sang Hyang Rudra"