Tumpek Kandang, Tradisi Penghormatan Kepada Hewan

Tumpek Kandang adalah hari untuk melakukan penghormatan dengan mendoakan hewan ternak dan peliharaan dalam budaya Bali. Disebut juga sebagai Tumpek Wewalungan atau Tumpek Uye dimana Tumpek Wewalungan berasal dari kata “wewalungan” yang berarti hewan ternak sedangkan Tumpek Uye disebutkan karena hari penghormatan ini dilaksanakan pada wuku uye. Tumpek kandang jatuh pada wuku uye dan juga tumpek kandang jatuh pada hari sabtu.

 

Bagikan Ke Facebook! Follow Instagram!

Tumpek Kandang

 

 

Makna Melaksanakan Upacara Tumpek Kandang

 

Dengan melaksanakan upacara Tumpek Landek itu berarti kita sebagai umat hindu juga melaksanakan salah satu ajaran dari Tri Hita Karana yaitu menjalin hubungan baik sesama mahluk hidup khususnya kepada hewan. Tumpek Kandang juga menegaskan bahwa dalam ajaran Agama Hindu, manusia harus menghormati dan menghargai semua mahluk hidup dalam hal ini adalah binatang.

 

Binatang sendiri banyak digunakan dalam keseharian umat hindu sebagai contohnya adalah untuk membajak sawah, sebagai hewan peliharaan, sebagai sarana upacara, sebagai konsumsi, ataupun sebagai objek perdagangan atau jual beli. Dengan sumbangsih mereka yang besar pada kehidupan kita sehari-hari maka tidak ada salahnya melakukan upacara penghormatan kepada mereka.

 

Tumpek Kandang adalah Pemujaan Kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa

 

Mungkin banyak yang mengira bahwa tumpek Kandang adalah hari untuk memuja hewan ternak dan peliharaan, namun sesungguhnya adalah upacara penghormatan kepada hewan dengan berdoa kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa dengan manifestasinya sebagai Dewa Siwa yang bergelar Sang Hyang Siwa Pasupati atau disebut juga Rare Angon yaitu sebagai penggembala makhluk yang ada di alam semesta.

 

Doa yang dipanjatkan kepada Ida sang Hyang Widi Wasa adalah untuk menunas panugrahan berupa manfaat daripada hewan tersebut, memohon maaf atas kesalahan yang dilakukan kepada hewan tersebut, dan memohon agar hewan-hewan tersebut bisa terlahir kembali menjadi mahluk yang lebih tinggi karena mereka membantu kehidupan manusia.

 

Sarana Upacara Tumpek Uye / Kandang

 

Dalam melakasanakan ritual upacara Tumpek Kandang diperlukan beberapa sarana sebagai berikut:

 

Suci, peras, daksina, penyeneng, canang lenga wangi, burat wangi dan pesucian.
Untuk dipersembahkan kepada Sang Rare Angon sebagai manifestasi dari Ida Sang Hyang Widi Wasa di merajan atau sanggah setempat.

 

Tipat yang dilengkapi dengan penyeneng, tetebus, dan kembang payas.
Untuk hewan ternak atau peliharaan yang termasuk dalam jenis unggas.

 

Tumpeng-canang raka, penyeneng, ketipat dan belayag.
Untuk hewan ternak atau peliharaan babi.

 

Tumpeng tetebasan, panyeneng, sesayut dan canang raka.
Untuk hewan ternak atau peliharaan seperti sapi, kerbau, gajah, kuda, dan sejenisnya.

 

 

Demikian penjelasan singkat tentang Tumpek Kandang yang dirangkum dari berbagai sumber. Untuk penjelasan detail mengenai sarana banten dalam upacara ini ada baiknya dikonsultasikan kepada orang suci kepercayaan semeton. Sarana yang disebutkan diatas biasanya juga sering dijumpai di tempat membeli perlengkapan sembahyang seperti pasar tradisional Bali ketika hari tersebut tiba atau menjelang perayaan. Selain memiliki tradisi penghormatan kepada hewan, umat hindu juga mempunyai tradisi penghormatan kepada tumbuh-tumbuhan yaitu dalam tradisi Tumpek Wariga atau Tumpek Bubuh.

 

 

 

 

Bagikan Ke Facebook! Follow Instagram!